Rabu, 12 Oktober 2011

keadilan saat ini diibaratkan dengan seorang pedagang yang memanipulasi timbangan, yang hanya lebih memikirkan materi.
hal seperti tidak hanya terjadi pada dunia politik, tetapi juga terjadi pada lingkungan  terdekat kita sendiri... 
apakah perbedaan gender juga mempengaruhi ketidakadilan ini??
adakah cara untuk mengatasinya???



 

Sabtu, 08 Oktober 2011

KANKER SERVIKS


Belakangan ini kata “kanker serviks” atau “kanker leher rahim” sudah tidak asing ditelinga kita. Tetapi belum semua orang mengetahui apa itu kanker serviks. Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel yang tidak normal pada leher rahim (area bawah pada rahim yang menghubungkan rahim dan vagina), yang disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV). Virus HPV ini dapat dirularkan melalui hubungan seksual dan memakai barang pribadi yang bersamaan. Kanker ini tidak hanya menyerang leher rahim, tetapi dapat juga menyerang anggota tubuh lainnya. Kanker Serviks dapat berpindah keorang lain melalui hubungan seksual, apalagi orang yang suka berganti pasangan, selain melalui hubungan seksual, virus ini dapat menular melalui sentuhan kulit. Biasanya kanker ini baru menunjukkan gejala serius, pada 10-20 tahun pada wanita yang menikah. Yang paling menakutkan dari kanker ini adalah kanker ini tidak menimbulkan gejala apapun. Karena susahnya mendeteksi adanya gejala kanker serviks, kebanyakan penderita baru menyadari dan melakukan pengobatan ketika sudah dalam kondisi yang gawat.
Untuk mewaspadai penyakit kanker serviks, ada baiknya jika kita mengetahui faktor apa saja yang mendukung munculnya penyakit kanker serviks ini, antara lain:
1.     Menikah di usia dini.
2.    Merokok.
3.    Obesitas.
4.    Diabetes ( kencing manis ).
5.    Keputihan yang tidak normal (ciri-ciri keputihan yang normal: bila lender berwarna bening, tidak berbau dan tidak gatal).
6.    Hipertensi ( darah tinggi ).
7.    Memakai pembalut yang mengandung Dioksin. Dioksin merupakan bahan pemutih yang digunakan untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas.

Jika kondisi kanker sudah gawat, maka akan mengalami gejala, seperti:
1.     Nyeri panggul atau tidak bisa buang air kecil.
2.    Timbulnya keputihan yang bercampur darah dan  berbau.
3.    Pendarahan rahim yang abnormal.
4.    Siklus menstruasi yang abnormal.

Pencegahan kanker serviks dapat diakukan dengan cara:
a)    Hindari berganti- ganti pasangan dan jangan melakukan hubungan seksual di bawah umur 20 tahun, karena secara fisik organ pada wanita baru matang pada umur ke 21.
b)   Memberikan Vaksin HPV pada perempuan pada usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulanke nol, satu dan enam.
c)    Menjaga pola makan seimbang dan bergizi, serta menjalani gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga.


Cara paling mudah untuk mendeteksi gejala Kanker Serviks, yaitu dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini dikenal dengan nama Pap Smear atau Papanicolaou smear. Namun ada juga berbagai metode lainnnya untuk mendeteksi terhadap Virus HPV atau Kanker Serviks, seperti berikut:

1)   IVA: yaitu singkatan dari Infeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaaan
dengan mengoles Serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Jika tidak terjadi perubahan warna, maka dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Dan jika terlihat tanda yang mencurigakan. Maka metode deteksi lainnya harus dilanjutkan.

2)   Pap Smear:metode tes pap smear yang umum, yaitu dokter menggunakan sikat untuk
mengambil sedikit sampel sel-sel serviks. Kemudian sel tersebut akan di analisa di laboratorium. Tes itu akan menyingkap apakah ada infeksi, radang atau sel-sel yang tidak normal. Dengan teratur kita melakukan pemeriksaan dengan metode ini, kita bisa mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.

3)   Thin Prep:metode ini memiliki hasil yang lebih akurat dan tepat dibandingkan dengan
metode Pap Smear, karene metode ini memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim.

4)   Kolposkopi: jika semua hasil metode sebelumnnya menyatakan adanya infeksi, maka
Kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi oleh kaca pembesar, tujuannya adalah untuk melihat apakah ada jaringan yang tidak normal pada serviks. Jika ada yang tidak normal, akan dilakukan pengambilan sejulah kecil jaringan tubuh dan mulai dilakukan pengobatan kanker serviks.

Jika anda sudah terdeteksi kanker serviks segeralah melakukan penngobatan. Pemiihan pengobatan kanker ini bergantung pada stadium, kecepatan pertumbuhan tumor, ukuran umor, usia serta keadaan umum penderita. Prngobatan kanker serviks dapat dilakukan dengan metode:

1)    Pembedahan
Kebanyakan penderita yang menjalani Histerektomi (pengangkatan rahim). Kedua tuba falopi dan ovarium juga diangkat, karena sel-sel tumor bisa menyebar ke ovarium. Jika sel kanker belum menyebar keluar endometrium (lapisan rahim), maka penderita tidak perlu menjalani pengobatan lainnya.

2)   Radiasi ( terapi penyinaran )
Terapi ini mengggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker, tetapi terapi ini hanya menyerang sel-sel kanker di daerah yang disinari. Terapi ini dapat dilakukan setelah dan sebelum pembedahan.
Ada 2 jenis radiasi yaitu:
1.     Radiasi eksternal:menggunakan mesin yang besar untuk mengarahkan sinar ke
daerah tumor.
2.    Radiasi internal: menggunakan selang kecil yang dimasukkan kedalam vagina
 dan dibiarkan selama beberapa hari.
3)   Kemoterapi
Pada terapi ini digunakan zat yang mampu mencegah sampainya hormon ke sel kanker. Terapi hormonal merupakan terapi sistemik karena bisa mempengaruhi sel-sel pada tubuh. Terapi hormonl dilakukan pada:
·         Penderita kanker rahim yang tidak mungkin menjalani pembedahan ataupun terapi penyonaran.
·         Penderita yang kankernya telah menyebar ke paru-paru atau organ lainnya.
·         Penderita yang kanker rahimnya telah kambuh.

Pengobatan kanker bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan yang sehat, karena itu dapat menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan. Jika pasien telah menjalani histerektomi, penderita biasanya mengalami nyeri dan mersa sangat lelah, dan baru bisa beraktivitas yang normal 4-8 minggu setelah pembedahan. Wanita yang telah menjalani histerektomi tidak akan mengalami menstruasi dan tidak bisa hamil lagi. Sedngkan efek samping dari terapi penyinaran sangat bergantung pada dosia dan bagian tubuh yang disinari. Biasanya kulit akan kering dan merah, nafsu makan berkurang dan kelelahan yang luar biasa. Penyinaran juga menyebabkan diare atau sering berkemih.

Artikel ini merupakan ringkasan dari sumber-sumber yang saya cari, untuk lebih lengkapnya kunjungi saja alamat di bawah ini:

-          http://www.infoanak.com/tag/pengertian-kanker-serviks/
-          http://www.indonesiaindonesia.com/f/13059-kanker-rahim/
-          http://www.ngeramal.com/2010/05/ciri-ciri-gejala-kanker-serviks-pada.html
-          http://www.isdaryanto.com/cara-mencegah-kanker-serviks
-          http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_leher_rahim
-          http://www.tipskesehatankeluarga.com/waspadai-kanker-serviks.html
 

Sabtu, 24 September 2011

lirik if i let you go- westlife

day after day
time pass away
and i just can't get you out my mind
no body knows
i hide it inside
i keep on searching
but i can't find
the courage to show
the letting you know
i never felt so much love before
and once again I'm thnking about
taking the easy way out...

**but if i let you go
i will never know
what's my life would be holding you close to me
will i ever see you smiling back at me
how will i know if i let you go

night after night
i hear myself say what can't this feeling just fade away
there's no one like you can speak to my heart
it's just shame we worlds apart
i'm too shy to ask
i'm too pround to lose
bur sooneer or later i've got to choose
and once again i'm thinking about
taking the easy way out

repeat **